DHARMASRAYA - Akhir-akhir ini
masyarakat di Kabupaten Dharmasraya ini diresahkan oleh berbagai tindak
kriminalitas. Baik itu pencurian motor, ternak, pencurian rumah dan lain sebagainya.
Diduga kuat pelaku tindakan tersebut dilakoni oleh oknum-oknum pendatang luar
Dharmasraya. Faktanya beberapa pelaku yang berhasil dibekuk jajaran Kepolisian Dharmasraya
mereka berasal dari Bengkulu, Palembang dan daerah luar Dharmasraya lainnya.
Aksi pencurian itu menjadi topik
perbincangan dikalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dharmasraya.
Menurut legislator Dharmasraya itu, kriminalitas yang terjadi bisa disebabkan
oleh lemahnya kontrol pendatang oleh pihak pemerintahan terbawa yakni nagari
dan jorong.
“Dharmasraya ini merupakan daerah
perlintasan, di mana sangat banyak warga pendatang yang bermukim di Dharmasraya
ini. Ada yang hanya sedekar singgah, satu bulan atau dua bulan saja. Dan ada
warga pendatang yang sudah benar-benar menjadi penduduk Dharmasraya. Perlu dikhawatirkan
adalah oknum-oknum pendatang sementara tersebut. Artinya setiap pendatang
diwajibkan melapor kepada jorong dan wali nagari. Kepala Jorong dan Wali Nagari
(Walnag) juga harus jemput bola, guna mendata warganya,” sebut anggota DPRD
Dharmasraya, Salman didampingi anggota DPRD Dharmasraya lainnya kepada
Dharmasraya Ekspres kemarin.
Selain itu Salman juga menghimbau
kepada masyarakat, jika ada orang-orang yang dicurigai segera lapor kepada
pihak terkait. Dana juga apabila ada oknum pendatang, ngontrak di salah satu
rumah penduduk, sarankan mereka untuk lapor kepada pihak jorong dan walnag.
“Keamanan Dharmasraya ini adalah
tanggung jawab kita semua,” tandasanya.(ra)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar