Rabu, 11 Maret 2015

Dispertahort Luncurkan Program GPPTT P-Satu-satunya di Sumbar

Afdal Jp. Tamsin
DHARMASRAYA - Untuk lebih meningkatkan produktifitas padi pada tahun 2015 ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertahort) Kabupaten Dharmasraya luncurkan program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT).

“Tahun ini kita luncurkan program GPPTT untuk lahan perswahan seluas 2500 hektar. Program itu guna lebih menggenjot hasil pertanian padi di Kabupaten Dharmasraya ini,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Dharmasraya, Afdal Jp.Tamsin saat dikonfirmasi Dharmasraya Ekspres kemarin.

Menurutnya, sumber dana dari program tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN). program tersebut satu-satunya di Sumatera Barat.

“Sasaran lokasi dari program tersebut yakni Kecamatan Pulau Punjung, Sitiung, Koto Baru dan Koto Salak. Satu hektar sawah diperkirakan menelan biaya lebih kurang Rp.2,9 juta. Program ini satu-satunya di Provinsi Sumatera Barat,” sebut Afdal.

Dikatakannya, program GPPTT tersebut merupakan penerapan dari sekolah lapangan yang sebelumnya di sebut(SL-PTT).

“Nah program GPPTT ini merupakan bentuk sekolah yang seluruh proses belajar mengajarnya dilakukan dilapangan. Dilaksanakan di lahan petani peserta GPPTT dalam upaya peningkatan produksi padi khusunya di Dharmasraya,”jelas alumni fakultas pertanian UNAND itu.

Selain itu pada tahun ini pihaknya juga akan melakukan perbaikan irigasi seluas 2000 hektar dengan biaya Rp.1,2 juta per hektar.


“Sumber dana perbaikan irigasi tersebut juga berasal dari APBN. Kita berharap atau pasang target produksi padi pada tahun ini sekitar 68 ribu ton,” tandasnya.(ra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar