![]() |
| M Taridi |
DHARMASRAYA - Bank Nagari tak pernak
lelah dalam melayani setiap nasabahnya. Faktanya masyarakat cinta kepada bank
daerah milik masyarakat Sumatera Barat itu, sehingga berkembang pesat.
Salah seorang tokoh masyarakat
kabupaten Dharmasraya, M.Taridi mengemukakan, Bank Nagari sangat pesat
pertumbuhannya. Awalnya kantor cabang bank itu hanya berada di wilayah Kecamatan
Koto Baru. Namun, sekarang malah dibangun juga kantor cabang baru yang sangat
representatif di Pulau Punjung.
Seiring dengan perkembangan zaman
dan lajunya pertumbuhan ekonomi bank nagari tetap menjadi idola bagi masyarakat
yang berada di daerah ini. Kedepannya, bank ini hendaknya dapat membawa
perubahan, terutama sekali bagi kelangsungan pembangunan sebagai daerah yang
baru berumur 11 tahun itu.
“Bank nagari idolanya masyarakat, sehingga
berkembang pesat,” ungkap M.Taridi kepada Dharmasraya ekspres, baru-baru ini.
Sementara itu, Pimpinan Bank Nagari
Cabang Pulau Punjung, Eka mengakui bahwa pembangunan gedung baru yang hampir rampung sudah
menelan dana miliaran rupiah.
“Jika tidak ada aral melintang,
diperkirakan dalam tahun ini, kantor tersebut bisa difungsikan,” jelasnya.
Menurutnya, hendaknya pemerintah
daerah menambah setoran berupa penambahan saham kepemilikan yang sudah
disetujui oleh DPRD. Informasi yang ada, Pemkab akan menambah saham sebesar Rp.5,3
miliar lagi, sebelumnya hanya Rp.19,6 miliar. Tentu dari kepemilikan sahan itu,
jelas akan menambah deviden untuk pemerintah daerah. Sehingga, dapat
mendongkrak anggaran APBD setiap tahun berjalan.
Kepala DPPKD Dharmasraya,
Palawasita, SE, membenarkan bahwa hasil deviden dari bank nagari tahun 2013
dibayarkan pada tahun 2014. Dengan besarnya nilai jasa simpanan tambah
deviden 2014 lalu berkisar Rp.10 miliar, maka uangnya langsung masuk ke kas
daerah.
“Semakin banyak saham Pemda semakin
besar pula nilai dari jasa simpanan dan deviden yang akan diterima oleh
daerah,” sebutnya.
Anggota DPRD Dharmasraya, Amrizal
Dt. Rajo Medan menyebutkan, berkembangnya Bank Nagari tak luput dari peran
serta masyarakat dan pemerintah daerah. Untuk perlu juga kiranya pengembangan
pinjaman UMKM yang merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk memberdayakan
ekonomi yang berbasis kerakyatan.
“Selain itu, Bank Nagari sebagai salah satu bank daerah harus menjadi bank terdepan,” tandasnya.(ra)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar