Dharmasraya-
Anggota DPRD Dharmasraya Melakukan sidak ke Bendungan Batang Hari atau
yang di kenal dengan objek wisata Batu Bakawik di kecamatan Pulau Punjung
kabupaten Dharmasraya.Dalam kunjungan sidak terdiri dari Wakil Ketua DPRD
Dharmasraya Ampera Dt Labuan dan di dampingi komisi III DPRD Dharmasraya
antara lain : Amrizal Dt Rajo Medan ,Salman, Syafri Anwar,Pariyanto.juga hadir
Kepala Bidang Bina Marga PU Dharmasraya,N Roni Puska ,ST, MT dan kepala
pengawas Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari Riashel,
Dalam kunjungan
ini Anggota DPRD Dharmasraya melihat aktivias bendungan Batang Hari yang
mengairi persawahan dua propinsi ini dengan arieal 15,271 hektar yang di bangun
dengan dana APBN dan bantuan dari Negara jepang jumlah lebih kurang 1,8
triliun.Tetapi sangat di sayangkan sekali saat ini. Bendungan Batang Hari atau
objek wisata objek wisata Batu Bakawik ini.Diduga tempat lintasan aktivitas
truk membawa kayu salah satu Perusahaan kayu di kabupaten Dharmasraya.
Kepala pengawas
Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari Riashel,mengatakan
kepada Anggota DPRD Dharmasraya yang melakukan sidak dan kunjungan ke
arial Bendungan Batang Hari, tersebut,Selama ini bendungan ini bejalan dengan
aman dan tidak ada kendala.Semenjak ada aktivitas truk membawa kayu ini,yang melintasi
di arial bendungan Batang Hari ini.
Kami sangat
resah dan prihatin sekali ada nya aktivitas truk yang membawa kayu (loging) ini
melintasi depan kantor kami dan jembatan bendungan batang hari.kami lihat sudah
melebihi tonase muatan.Sedangan kami telah memberikan “Peringatan” untuk tidak
melewati jembatan ini karena jembatan dengan kapasitas hanya lebih kurang 10
Ton.
Bendungan
Batang Hari merupakan bendungan no lima yang terbesar di Indonesia
dan untuk Sumatera Barat nomor dua setelah Kabupaten Pasaman Barat.
Wakil Ketua
DPRD Dharmasraya Ampera Dt Labuan mengatakan kita selama ini sudah mendapat
informasi dari masayarakat dan juga mendapat laporan dari Kepala pengawas Balai
Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari pada kunjungan ini.Dalam
hal ini truk yang bermuatan kayu untuk perusahaan kayu tidak di bolehkan
melewati bendungan ini.
Sebab bendungan
ini merupakan bendungan Irgarasi untuk mengairi persawahan yang ada di propinsi
sumatera barat dan propinsi jambi kalau ini ativitas truk yang membawa
kayu ini dibiarkan.Akan berdampak buruk dan vatal akibat karena muatan
truk yang membawa kayu tersebut telah melebihi tonase bukan jembatan yang rusak
saat sekarang jalan yang berada di jorong,moromong menuju kengarian silage saja
sudah mulai berlobang.
Yang kita
cemaskan apa bila terjadi runtuh salah alat kantrol yang berada pada arial
bendungan batang hari ini atau runtuh jembatan ini akibat melebihi tonase
jembatan dan menkibatkan banjir besar.Lantas yang bertanggung jawab siapa.Maka dari
itu saya berharap kepada perusahaan kayu untuk mencarikan jalan alternative
untuk aktivitas nya,dan dalam waktu dekat kami selaku akan mengujungi kantor
Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari.Dan ini bendungan ini
merupakan Ikon Pariwisata kabupaten Dharmasraya.tegas Wakil Ketua DPRD
Dharmasraya Ampera Dt Labuan. (tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar