Senin, 26 Januari 2015

Dewan Sidak ke Bendungan Batu Bakawik



Dharmasraya- Anggota DPRD  Dharmasraya Melakukan sidak ke Bendungan Batang Hari atau yang di kenal dengan objek wisata Batu Bakawik di kecamatan Pulau Punjung kabupaten Dharmasraya.Dalam kunjungan sidak terdiri dari Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Ampera Dt Labuan dan di dampingi  komisi III DPRD Dharmasraya antara lain : Amrizal Dt Rajo Medan ,Salman, Syafri Anwar,Pariyanto.juga hadir Kepala Bidang Bina Marga PU Dharmasraya,N Roni Puska ,ST, MT dan kepala pengawas Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari Riashel,
Dalam kunjungan ini Anggota DPRD  Dharmasraya melihat aktivias bendungan Batang Hari yang mengairi persawahan dua propinsi ini dengan arieal 15,271 hektar yang di bangun dengan dana APBN dan bantuan dari Negara jepang  jumlah lebih kurang 1,8 triliun.Tetapi sangat di sayangkan sekali saat ini. Bendungan Batang Hari atau objek wisata objek wisata Batu Bakawik ini.Diduga tempat lintasan aktivitas truk membawa kayu salah satu Perusahaan kayu di kabupaten Dharmasraya.
Kepala pengawas Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari Riashel,mengatakan kepada Anggota DPRD  Dharmasraya yang melakukan sidak dan kunjungan ke arial Bendungan Batang Hari, tersebut,Selama ini bendungan ini bejalan dengan aman dan tidak ada kendala.Semenjak ada aktivitas truk membawa kayu ini,yang melintasi di arial bendungan Batang Hari ini.

Kami sangat resah dan prihatin sekali ada nya aktivitas truk yang membawa kayu (loging) ini melintasi depan kantor kami dan jembatan bendungan batang hari.kami lihat sudah melebihi tonase muatan.Sedangan kami telah memberikan “Peringatan” untuk tidak melewati jembatan ini karena jembatan dengan kapasitas hanya lebih kurang 10 Ton.
Bendungan Batang Hari merupakan bendungan no lima  yang terbesar di  Indonesia dan untuk Sumatera Barat nomor dua setelah Kabupaten Pasaman Barat.
Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Ampera Dt Labuan mengatakan kita selama ini sudah mendapat informasi dari masayarakat dan juga mendapat laporan dari Kepala pengawas Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari  pada kunjungan ini.Dalam hal ini truk yang bermuatan kayu untuk perusahaan kayu tidak di bolehkan melewati bendungan ini.
Sebab bendungan ini merupakan bendungan Irgarasi untuk mengairi persawahan yang ada di propinsi sumatera barat dan propinsi jambi kalau ini ativitas truk yang membawa kayu  ini dibiarkan.Akan berdampak buruk dan vatal akibat karena muatan truk yang membawa kayu tersebut telah melebihi tonase bukan jembatan yang rusak saat sekarang jalan yang berada di jorong,moromong menuju kengarian silage saja sudah mulai berlobang.
Yang kita cemaskan apa bila terjadi runtuh salah alat kantrol yang berada pada arial bendungan batang hari ini atau runtuh jembatan ini akibat melebihi tonase jembatan dan menkibatkan banjir besar.Lantas yang bertanggung jawab siapa.Maka dari itu saya berharap kepada perusahaan kayu untuk mencarikan jalan alternative untuk aktivitas nya,dan dalam waktu dekat kami selaku akan mengujungi kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Bendungan Batang Hari.Dan ini bendungan ini merupakan Ikon Pariwisata kabupaten Dharmasraya.tegas Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Ampera Dt Labuan. (tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar