Demam batu akik tidak hanya melanda diberbagai daerah yang ada di Indonesia,
bahkan diseluruh sudut daerah juga terjangkit dengan virus batu akik. Saat ini
di Kecamatan Sungai Rumbai juga tengah demam batu akik sehingga dipinggir jalan
Sungai Rumbai tumpahruah. Seperti apa demam batu akik di Kecamatan Sungai
Rumbai ini?
Azhar – Sungai Rumbai
J ika jalan-jalan ke Pasar Sungai Rumbai, anda mungkin
tercengang melihat kerumunan orang di pinggir Jalan Lintas Sumatera Simpang
Peset Sungai Rumbai. Kerumunan itu tidak lain dan tidak bukan akibat pedagang
yang ramai menjajakan bahan batu akik di pinggiran jalan tersebut.
Berbagai macam jenis batu dijual oleh para pedagang
bahan batu akik. Seperti batu lumut sungai dareh, giok aceh, limau manis,
teratai, badar besi, dan berbagai jenis batu akik lainnya yang begitu fenomenal
di kalangan masyarakat saat ini. Banyak warga dari berbagai nagari yang
mendatangi para pedagang batu akik hanya untuk sekedar "hunting" batu
akik yang diinginkan.
Rian, salah satu contohnya. Pria pemilik hobi koleksi
batu akik itu sengaja jauh-jauh datang dari Abai Siat untuk mencari dan membeli
batu akik ke Sungai Rumbai. "Saya sengaja datang jauh dari Abai Siat untuk
membeli bahan batu cincin ke Sungai Rumbai ini. Karena disini harga bahan mentahnya
murah," ujar Rian pada koran ini.
Adapun, harga yang dipatok oleh sang penjual bahan batu akik itu cukup beragam. Mulai dari harga Rp 30ribu/bongkah, hingga Rp 500ribu/bongkah, tergantung jenis batunya.
Rata-rata penjual batu akik itu pun datang dari Kabupaten Muaro Bungo, yang sengaja datang untuk berjualan saat hari Minggu,di Sungai Rumbai. (***)
Adapun, harga yang dipatok oleh sang penjual bahan batu akik itu cukup beragam. Mulai dari harga Rp 30ribu/bongkah, hingga Rp 500ribu/bongkah, tergantung jenis batunya.
Rata-rata penjual batu akik itu pun datang dari Kabupaten Muaro Bungo, yang sengaja datang untuk berjualan saat hari Minggu,di Sungai Rumbai. (***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar