DHARMASRAYA - Warga Sirih Sekapur, Sri Hartati (45) dan Setiono (21) warga Koto Baru, menjadi korban perampokan di wilayah Dusun Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Sabtu (21/2). Dua warga itu dirampok saat melakukan perjalanan pulang, usai berjualan di wilayah Nagari Batu Kangkung Kecamatan Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sri Hartati dan
Setiono, memang biasa pergi berjualan ke wilayah Batu Kankung. Namun pada hari
itu, sekitar pukul 17.00 Wib, naas menimpa mereka. Dalam perjalan pulang menuju
Sirih Sekapur melewati Dusun Tanjung Belit, mereka tetiba dihadang oleh dua
orang tak dikenal, tepatnya di dekat tugu perbatasan Kecamatan Jujuhan dan
Kecamatan Asam Jujuhan. Dua orang tak dikenal itu datang dengan mengendarai
sepeda motor Vario berwarna merah, dan membawa sebilah parang.
Saat melakukan aksinya, si perampok mengancam akan membunuh
korban bila tidak menyerahkan barang berharga miliknya. Karena merasa nyawanya
terancam, korban pun menyerahkan tas miliknya yang berisi uang senilai Rp 5,5
juta beserta dua unit HP merek Samsung dan Mito. Setelah merampas tas milik
korban, pelaku perampokan itu langsung meninggalkan korban yang penuh
ketakutan.
Kanit Reskrim Polsek Jujuhan, Pauzar, ketika dikonfirmasi
koran ini membenarkan hal tersebut. "Memang benar, ada laporan bahwasanya
ada warga Sirih Sekapur yang dirampok di di perbatasan Jujuhan dengan Asam
Jujuhan. Hari ini (kemarin-red), kami sudah mendatangi TKP bersama korban.
Ciri-ciri pelaku sudah kami kantongi.
Aksi perampokan dengan kekerasan di wilayah perbatasan bukan
kali ini saja terjadi. Beberapa waktu sebelumnya juga pernah terjadi perampasan
kendaraan bermotor yang menimpa warga Dusun Tanjung Belit, serta pembobolan
sebuah warung milik warga.
Warga Tanjung Belit menduga, pelaku berasal dari luar.
Sebab, aksi perampokan yang terjadi banyak yang menimpa warga Jujuhan.
Sementara itu juga, terpisah, Kapolsek Jujuhan, AKP
Nazirwan, mengatakan, terkait hal itu pihaknya sudah menerima laporan adanya
aksi curas di wilayah perbatasan. "Dan anggota kami sudah turun ke
TKP," ujarnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk
berhati-hati bila bepergian ke wilayah perbatasan. "Jika perlu
kompoi-kompoi, jangan sendirian," himbaunya.(azh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar