Selasa, 24 Februari 2015

Warga Dharmasraya Kena Rampok di Perbatasan


DHARMASRAYA -  Warga Sirih Sekapur, Sri Hartati (45) dan Setiono (21) warga Koto Baru, menjadi korban perampokan di wilayah Dusun Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Sabtu (21/2). Dua warga itu dirampok saat melakukan perjalanan pulang, usai berjualan di wilayah Nagari Batu Kangkung Kecamatan Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sri Hartati dan Setiono, memang biasa pergi berjualan ke wilayah Batu Kankung. Namun pada hari itu, sekitar pukul 17.00 Wib, naas menimpa mereka. Dalam perjalan pulang menuju Sirih Sekapur melewati Dusun Tanjung Belit, mereka tetiba dihadang oleh dua orang tak dikenal, tepatnya di dekat tugu perbatasan Kecamatan Jujuhan dan Kecamatan Asam Jujuhan. Dua orang tak dikenal itu datang dengan mengendarai sepeda motor Vario berwarna merah, dan membawa sebilah parang.
Saat melakukan aksinya, si perampok mengancam akan membunuh korban bila tidak menyerahkan barang berharga miliknya. Karena merasa nyawanya terancam, korban pun menyerahkan tas miliknya yang berisi uang senilai Rp 5,5 juta beserta dua unit HP merek Samsung dan Mito. Setelah merampas tas milik korban, pelaku perampokan itu langsung meninggalkan korban yang penuh ketakutan.
Kanit Reskrim Polsek Jujuhan, Pauzar, ketika dikonfirmasi koran ini membenarkan hal tersebut. "Memang benar, ada laporan bahwasanya ada warga Sirih Sekapur yang dirampok di di perbatasan Jujuhan dengan Asam Jujuhan. Hari ini (kemarin-red), kami sudah mendatangi TKP bersama korban. Ciri-ciri pelaku sudah kami kantongi.
Aksi perampokan dengan kekerasan di wilayah perbatasan bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu sebelumnya juga pernah terjadi perampasan kendaraan bermotor yang menimpa warga Dusun Tanjung Belit, serta pembobolan sebuah warung milik warga.
Warga Tanjung Belit menduga, pelaku berasal dari luar. Sebab, aksi perampokan yang terjadi banyak yang menimpa warga Jujuhan.
Sementara itu juga, terpisah, Kapolsek Jujuhan, AKP Nazirwan, mengatakan, terkait hal itu pihaknya sudah menerima laporan adanya aksi curas di wilayah perbatasan. "Dan anggota kami sudah turun ke TKP," ujarnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati bila bepergian ke wilayah perbatasan. "Jika perlu kompoi-kompoi, jangan sendirian," himbaunya.(azh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar