Selasa, 24 Februari 2015

Penilaian Kompetensi Menjadi Bahan Masukan Perumusan Kebijakan


Suasana penilaian kompetensi wali nagari di ruang rapat bupati beberapa waktu lalu./dok/dhameks
DHARMASRAYA – Camat Koto Besar, Abdi Amri, Camat Sitiung, Amran Amir dan Camat Koto Baru, Nasution berhasil masuk nominasi tiga besar dalam penilaian Kompetensi Camat Tingkat Kabupaten Dharmasraya tahun 2015, setelah melalui penilaian tahap pertama pada 18 Februari lalu. Menurut Kepala Bagian Administrasi Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Asril, penilaian akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk memilih siapa yang akan menjadi pemuncak, yang menurut rencana akan dilaksanakan Rabu (25/2).
Dikatakan Asril, dalam penilaian tahap pertama, tim melakukan penilaian pada ekspose masing-masing camat.

“Setidaknya ada tiga bidang yang dinilai dalam ekpos camat itu, yakni bidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan. Dari 10 camat yang ikut dalam penilaian ini, terpilihlah Camat Koto Besar, Camat Sitiung dan Camat Koto Baru sebagai tiga besar, untuk kemudian kita lakukan penilaian lapangan. Penilaian lapangan ini sangat penting, karena terbaik di ekpos, belum tentu terbaik di lapangan. Siapa yang meraih nilai terbaik nantinya, dialah yang akan mewakili Dharmasraya pada penilaian yang sama di tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang menurut rencana akan digelar pada minggu ketiga Maret ini,” terang Asril.

Selain camat, imbuhnya, tim juga telah melakukan penilaian kompetensi tahap pertama terhadap wali nagari utusan dari masing-masing kecamatan. Dari penilaian itu, tiga wali nagari yang berhasil masuk nominasi 3 besar adalah Wali Nagari Sitiung, Syarifuddin, Wali Nagari Koto Laweh, Rahman, dan Wali Nagari Gunung Selasih, Agusnedi. “Penilaian kompetensi wali nagari ini juga akan kita lanjutkan dengan penilaian lapangan, yang akan dilaksanakan pada Kamis (26/2) mendatang,” tukuk Asril.

Ia juga menjelaskan, dalam penilaian kompetensi wali nagari tahap pertama,  beberapa hal yang dinilai adalah terkait penyelenggaraan pemerintahan, pengembangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, pelestarian nilai-nilai adat, budaya dan agama, serta pemberdayaan masyarakat. “Kesemuannya itu dipaparkan dalam ekspos masing-masing wali nagari. Setelah ekspos juga ada interview dan tanyan jawab antara tim penilai dengan wali nagari bersangkutan.

Asril memaparkan, penilaian kompetensi camat, wali nagari, dan sekretaris nagari yang rutin dilakukan setiap tahunnya itu bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan kecamatan dan nagari. Serta sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah nagari itu sendiri dan juga sebagai masukan bagi Pemerintah Kabupaten dalam perumusan kebijakan penataan nagari ke depannya.

“Jadi penilaian ini bukan hanya sekedar mencari menang dan kalah, tapi jauh lebih penting dari itu, melalui penilaian komptensi ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam perumusan kebijakan penataan nagari ke depannya,” tukasnya.

Rerata, katanya, tiap wali nagari yang mengikuti penilaian kompetensi ini masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Dan keunggulan itu terekpos melalui penilaian kompetensi yang dilakukan.

“Bisa dibayangkan, satu saja keunggulan dari nagari yang terekspose melalui penilaian kompetensi ini, itu artinya kita telah mendapatkan 11 keunggulan pula untuk dijadikan sebagai bahan masukan dalam perumusan kebijakan. Dan itu bisa kita kolaborasikan antara satu nagari ke nagari lainnya, yang nantinya akan menjadi kekuatan di tiap-tiap nagari yang ada,” pungkasnya.

Untuk itu ia berharap, agar penilaian kompetensi ini tidak dijadikan sebagai beban. “Karena melalui penilaian ini kita bisa mengetahui kelemahan kita, dan bisa memperoleh masukan untuk penataan nagari yang lebih baik lagi ke depannya,” tandas Asril.(and)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar