![]() |
| Suasana penilaian kompetensi wali nagari di ruang rapat bupati beberapa waktu lalu./dok/dhameks |
Dikatakan
Asril, dalam penilaian tahap pertama, tim melakukan penilaian pada ekspose
masing-masing camat.
“Setidaknya
ada tiga bidang yang dinilai dalam ekpos camat itu, yakni bidang
penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan. Dari
10 camat yang ikut dalam penilaian ini, terpilihlah Camat Koto Besar, Camat
Sitiung dan Camat Koto Baru sebagai tiga besar, untuk kemudian kita lakukan
penilaian lapangan. Penilaian lapangan ini sangat penting, karena terbaik di ekpos,
belum tentu terbaik di lapangan. Siapa yang meraih nilai terbaik nantinya,
dialah yang akan mewakili Dharmasraya pada penilaian yang sama di tingkat
Provinsi Sumatera Barat, yang menurut rencana akan digelar pada minggu ketiga
Maret ini,” terang Asril.
Selain
camat, imbuhnya, tim juga telah melakukan penilaian kompetensi tahap pertama
terhadap wali nagari utusan dari masing-masing kecamatan. Dari penilaian itu,
tiga wali nagari yang berhasil masuk nominasi 3 besar adalah Wali Nagari
Sitiung, Syarifuddin, Wali Nagari Koto Laweh, Rahman, dan Wali Nagari Gunung
Selasih, Agusnedi. “Penilaian kompetensi wali nagari ini juga akan kita
lanjutkan dengan penilaian lapangan, yang akan dilaksanakan pada Kamis (26/2)
mendatang,” tukuk Asril.
Ia juga
menjelaskan, dalam penilaian kompetensi wali nagari tahap pertama,
beberapa hal yang dinilai adalah terkait penyelenggaraan pemerintahan,
pengembangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, pelestarian nilai-nilai adat,
budaya dan agama, serta pemberdayaan masyarakat. “Kesemuannya itu dipaparkan
dalam ekspos masing-masing wali nagari. Setelah ekspos juga ada interview dan
tanyan jawab antara tim penilai dengan wali nagari bersangkutan.
Asril
memaparkan, penilaian kompetensi camat, wali nagari, dan sekretaris nagari yang
rutin dilakukan setiap tahunnya itu bertujuan untuk melihat sejauh mana
perkembangan kecamatan dan nagari. Serta sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah
nagari itu sendiri dan juga sebagai masukan bagi Pemerintah Kabupaten dalam
perumusan kebijakan penataan nagari ke depannya.
“Jadi
penilaian ini bukan hanya sekedar mencari menang dan kalah, tapi jauh lebih
penting dari itu, melalui penilaian komptensi ini dapat dijadikan sebagai bahan
evaluasi dan masukan dalam perumusan kebijakan penataan nagari ke depannya,”
tukasnya.
Rerata,
katanya, tiap wali nagari yang mengikuti penilaian kompetensi ini masing-masing
memiliki keunggulan tersendiri. Dan keunggulan itu terekpos melalui penilaian
kompetensi yang dilakukan.
“Bisa
dibayangkan, satu saja keunggulan dari nagari yang terekspose melalui penilaian
kompetensi ini, itu artinya kita telah mendapatkan 11 keunggulan pula untuk
dijadikan sebagai bahan masukan dalam perumusan kebijakan. Dan itu bisa kita
kolaborasikan antara satu nagari ke nagari lainnya, yang nantinya akan menjadi
kekuatan di tiap-tiap nagari yang ada,” pungkasnya.
Untuk itu
ia berharap, agar penilaian kompetensi ini tidak dijadikan sebagai beban.
“Karena melalui penilaian ini kita bisa mengetahui kelemahan kita, dan bisa
memperoleh masukan untuk penataan nagari yang lebih baik lagi ke depannya,”
tandas Asril.(and)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar