DHARMASRAYA - Terjadi dan mencuatnya sejumlah kasus kekerasan seksual, kenakalan remaja di tengah-tengah masyarakat merupakan bukti merosotnya moral dan karakter. Hal ini dipicu oleh minimnya pengetahuan agama. Bicara soal pendidikan agama, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dharmasraya angkat bicara.
Menurut anggota DPRD asal partai Hanura, H. Herman pendidikan agama di sekolah-sekolah harus ditambah.
“Artinya mata pelajaran agama harus menjadi prioritas,” kata H. Herman kepada Dharmasraya Ekspres.
Anggota DPRD dua kali periode ini berharap hal tersebut menjadi perhatian pihak pendidikan. Pemberian pendidikan agama harus menjadi prioritas utama, terutama di sekolah. Pendidikan agama di sekolah jangan hanya menjadi pelengkap atau sebatas informasi saja.
“Pemberian pendidikan agama, harus lebih diintensifkan lagi,” sebutnya.
Menurut H. Herman lagi, pendidikan agama itu harus bisa benar-benar diimplementasikan oleh siswa, mulai dari teori sampai kepada praktiknya.
Menurut H. Herman lagi, pendidikan agama itu harus bisa benar-benar diimplementasikan oleh siswa, mulai dari teori sampai kepada praktiknya.
“Sehingga dengan demikian bakal dapat mencegah terjadinya kenakalan,kekerasan dan aksi pelanggaran norma-norma agama,”sebutnya.
H. Herman mengaku sangat prihatin dengan banyaknya terjadi kekerasan, kenakalan remaja. Terutama di usia sekolah.
H. Herman mengaku sangat prihatin dengan banyaknya terjadi kekerasan, kenakalan remaja. Terutama di usia sekolah.
“Banyak kita lihat di berita-berita media cetak eletronik dan media lainya atas kekerasan,kenakalan remaja pada usia sekolah. Untuk menimalisis hal tersebut maka pendidikan agama perlu di prioritaskan,” tandasnya.(ra)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar