Rabu, 21 Januari 2015

Dharmasraya Yakin Capai Swasembada Pangan 2000 Hektar Jaringan Irigasi Direhab

DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mencanangkan Pembangunan/Rehab Jaringan Irigasi untuk usaha tani. Pencanangan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan, di jaringan irigasi Jorong Candi Nagari Sungai Dareh, Selasa (21/1). Dalam hal itu, bupati juga turut didampingi oleh Perwira Penghubung Kodim SSD 0310, Feri Handra.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertahort) Kabupaten Dharmasraya, Afdal JP Tamsin, dalam laporannya menyampaikan, pencanangan Pembangunan/Rehab Jaringan Irigasi tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Hal itu berdasarkan Instruksi Presiden RI, Joko Widodo. "Program ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan menuju Swasembada Pangan di tahun 2016," ujar Afdal.
Untuk Kabupaten Dharmasraya, imbuh Afdal, pembangunan dan rehab irigasi yang akan dilakukan tahun ini adalah seluas 2.000 hektar. Kemudian di tambah dengan program optimasi lahan seluas 1.000 haktar. "Yang 3.000 hektar ini harus selesai dalam jangka waktu 3 bulan, itu artinya bulan Maret harus bisa kita selesaikan. Bila ini tercapai, maka daerah kita akan mendapat alokasi tambahan melalui APBN untuk berbagai program pertanian menuju swasembada pangan ini," ujarnya.
Untuk itu katanya, tidak ada lagi waktu untuk bermain-main. "Kepada petani, mari kita bangun komitmen untuk mewujudkan swasemba pangan ini secara bersama-sama. Jangan sampai ada lagi sawah yang tidak diolah, apalagi dialihfungsikan. Jika ada kendala, silahkan laporkan, pemerintah akan bantu," tukuknya.
Sedangkan Perwira Penghubung Kodim SSD 0310, Feri Handra, dukungan TNI dalam program swasembada pangan ini diwujudkan dalam bentuk program yang diberi nama Serbuan Teritorial, untuk meningkatkan kesejehteraan perekonomian dan keamanan masyarakat. 

"Saat ini kami sudah mencoba membuat demplot percontohan penanaman padi dan jagung seluas 1,6 hektar, memakai pupuk organik. Dimana, berdasarkan hasil percobaan, penanaman padi dengan pupuk organik ini mampu meningkatkan produktivitas hingga 2 kali lipat. Mudah-mudahan dengan adanya demplot percontohan ini, bapak dan ibu petani nantinya bisa melihat atau bisa belajar dengan anggota TNI. Karena memang ada 6 orang anggota kami yang sengaja dilatih untuk mempelajari penanaman padi dengan pupuk organik. Kita menargetkan, dengan cara ini, satu hektar sawah bisa menghasilkan produksi padi hingga 12 ton. Mudah-mudahan bisa tercapai," ulasnya.

Sementara itu, bupati dalam kesempatan yang sama mengatakan, Kabupaten Dharmasraya optimis mampu mencapai swasemba pangan, dengan catatan 20 ribu hektar sawah tertanami. "Saat ini luas sawah kita 10 ribu hektar, dengan IP 2 kali. Itu artinya 20 ribu hektar sawah bisa ditanami. Bila 1 hektar mampu memproduksi 6 ton, Dharmasraya akan mampu memproduksi gabang kering hingga 120 ribu  ton. 120 ribu ton itu ekuivalen dengan 96 ribu ton beras. Sementara kebutuhan masyarakat kita hanya sekitar 30 ribu ton. Artinya, Dharmasraya akan mampu surplus beras hingga 66 ribu ton. Untuk itu, mari satukan tekad, Dharmasraya mampu memberi kontribusi dalam wujudkan meswasembada pangan sebagaimana yang diprogramkan oleh presiden. Tidak hanya itu, dengan capaian produksi padi 120 ribu ton, Dharmasraya akan dapat menjadi salah satu daerah lumbung beras di Sumatera Barat," papar bupati.
Maka dari itu kata bupati, bila ada kendala-kendala yang ditemui oleh petani di lapangan dalam mengelola sawah, agar segera melapor. Baik kepada dinas, maupun langsung kepada bupati.(and)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar