Jumat, 20 Februari 2015

Pemkab Pilih Tiga Besar Seknag Berkompetensi


DHARMASRAYA - Penilaian tahap pertama kompetensi Sekretaris Nagari, Wali Nagari dan Camat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya tuntas dilaksanakan. Penilaian yang dilakukan selama tiga hari itu diisi oleh ekspos masing-masing peserta. Dari hasil penilaian ekspos tersebut, diambil tiga besar untuk kemudian dilakukan tinjauan lapangan sebagai penilaian  selanjutnya.

”Untuk penilaian tahap pertama, yaitu ekspos masing masing peserta sudah tuntas. Tinggal lagi peninjauan lapangan bagi yang masuk nominasi tiga besar,” kata Kepala Bagian Administrasi Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Asril,M.Si, di Kantor Bupati setempat.

Ia menjelaskan, dalam penilaian kompetensi Seknag tahun ini, hanya diikuti oleh enam peserta yang diutus satu per kecamatan. Sementara lima kecamatan lainnya, tidak mengutus Seknagnya untuk mengikuti penilaian kompetensi Seknag tahun 2015 ini. Adapun enam Seknag yang mengikuti penilaian kompetensi itu diantaranya adalah Seknag Batu Rijal (Kecamatan Padang Laweh), Seknag Sungai Duo (Kecamatan Sitiung), Seknag Sikabau (Kecamatan Pulau Punjung), Seknag Koto Laweh (Kecamatan Koto Besar), Seknag Tiumang (Kecamatan Tiumang) dan Seknag Sungai Rumbai Timur (Kecamatan Sungai Rumbai). Sedangkan yang tidak mengutus Seknagnya dalam ajang ini adalah Kecamatan Sembilan Koto, Kecamatan Asam Jujuhan, Kecamatan Timpeh, Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan Koto Salak.

”Baik yang mengutus dan tidak mengutus sudah kami laporkan pada pimpinan, apa sangsinya tentu pimpinan yang akan menentukannya,” imbuh Asril.

Dari enam peserta penilaian Kompetensi Seknag, tiga seknag yang berhasil masuk nominasi tiga besar adalah Seknag Batu Rijal, Seknag Sungai Duo dan Seknag Sikabau. Ketiganya akan ditinjau ke lapangan oleh tim penilai, dan pemuncak akan mewakili Kabupaten Dharmasraya pada penilaian yang sama di tingkat provinsi.

Kemudian ulas Asril, untuk uji kompetensi Wali Nagari, dari sebelas kecamatan yang ada, hanya satu kecamatan yang tidak mengutus walinagarinya, yaitu Kecamatan Asam Jujuhan. Dan penilaian pun sudah dilakukan oleh tim penilai yaitu Irsyad (Asisten I), Asril (Kabag Tapem), Aminullah Salam (Ketua MUI), Abdul Gani (Ketua LKAAM) dan Maryadi (Ketua PWI). Namun hasil penilaian belum keluar untuk dilakukan peninjauan lapangan.

Sedangkan untuk kompetensi camat, dari sebelas camat hanya sembilan camat yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti penilaian. Dan saat ini, penilaian kompetensi camat tengah dalam proses penentuan tiga besar, untuk kemudian dilakukan penilaian lapangan.

Ketua tim penilai, Irsyad, mengatakan, tim penilai mempunyai beban dalam melakukan penilaian. Karena tahun-tahun sebelumnya, Seknag dan Wali Nagari Kabupaten Dharmasraya menjadi pemuncak pada tingkat provinsi. "Bebannya adalah untuk tahun 2015 ini juga harus menjadi pemuncak, jadi tim penilai sangat berhati hati dalam melakukan penilaian, apalagi anggota tim penilai dari independen yaitu perwakilan pers," ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Dharmasraya melalui Kabag Humas Setkab Dharmasraya, Budi Waluyo yang dikonfirmasi terkait ada beberapa camat yang tidak mengindahkan SK Bupati untuk mengikuti uji kompetensi, baik itu seknag maupun walinagari, ia sudah melaporkannya kepada pimpinan. Dan pimpinan atau bupati akan melakukan pemanggilan terhadap camat yang tidak mengutus seknag atau walinagarinya tersebut.

Alasannya, agenda tersebut merupakan agenda penting, karena para pemuncak akan mewakili Dharmasraya pada tingkat provinsi. Selain itu, ajang uji kompetensi tersebut merupakan ajang untuk mengevaluasi kinerja seknag, walinagari dan camat. ”Dalam waktu dekat bupati akan panggil camat-camat yang tidak mengutus itu,” tutup Budi.(ist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar