Dharmasraya - Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam mengentaskan kemiskinan di Bumi Cati Nan Tigo, melalui program Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) yakni dengan memberdayakan fakir miskin, memberdayakan komoditas adat terpencil (KAT) dan Penyandang masalah sosial.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Rinaldi melalui Kabid Sosial Dinsosnakertrans mengatakan
dimana salah satu program yang dilakukan oleh pemerintah melalui
Dinsosnakertrans yakni memberdayakan fakir miskin, komoditas adat terpencil
(KAT) dan penyandang masalah social lainnya. “Selama empat tahun ini, jumlah
anggaran yang telah dikucurkan mencapai Rp 2,775,”tegasnya.
Ia menambahkan, program tersebut
terbagi dalam 4 kegiatan, yakni penanggulangan kemiskinan perdesaan melalui
KUBE (kredit usaha bersama). Kegiatan yang memberikan modal usaha bagi keluarga
miskin ini telah menjamah 2.050 kelompok, dengan kucuran dana Rp 20 juta
perkelompok. Dimana satu kelompok terdiri dari 20 anggota. “Alhamdulillah
melalui program ini, dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat Dharmasraya
dalam mengentaskan kemiskinan. Program ini sangat dirasakan oleh masyarakat
miskin,”tegasnya.
Ia juga menambahkan kegiatan ini
dilakukan secara merata di seluruh nagari yang ada di Dharmasraya, sehingga
memang program ini tepat sasaran dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat
Dharmasraya.
“Masyarakat dapat merasakan langsung
program yang telah kita laksanakan ini,”tandasnya.
Salah satu ibu rumah tangga warga
Sungai Kambut Novia, kepada Dharmasraya Ekspres mengatakan program yang telah
dilakukan ini sangat bagus sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah kini kami punya usaha sendiri melalui program KUBE, terimakasih
kepada pemerintah yang telah menyalurkan program dalam pemberdayaan fakir
miskin,”tandasnya. (adv/ss)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar