DHARMASRAYA - Harga beras yang masih melambung hingga saat ini membuat masyarakat mengeluh. Betapa tidak, kenaikan harga pokok itu tidak dibarengi dengan meningkatnya jumlah pendapatan yang diperoleh oleh warga. Terlebih masyarakat petani karet, yang harga komoditinya kian terpuruk.
Berdasarkan pantauan Dharmasraya Ekspres di
lapangan, kini harga beras telah menginjak harga Rp 13.500 perkilogram. Harga
itu dinilai warga cukup berat bila dibandingkan dengan harga-harga sebelumnya.
"Sebelumnya dengan uang Rp 10 ribu kita sudah bisa beli beras sekilo,
berasnya bagus lagi. Sekarang tidak lagi bisa, harga beras sudah mahal,"
keluh salah seorang warga Gunung Medan, Dewi.
Namun, kendati demikian, warga tetap harus
membeli beras, karena memang sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Mau nggak mau ya tetap harus beli, karena sudah jadi kebutuhan. Sekarang
sebagai ibu rumah tangga, kita memang mesti pandai-pandai. Bagaimana uang yang
ada cukup untuk makan. Mungkin lauknya dikurangi, atau mungkin makannya yang
dikurangi," ujar Dewi sembari tersenyum lirih.
Warga sangat berharap, pemerintah daerah
bertindak untuk memberikan solusi atas kondisi harga beras yang terus merangkak
naik saat ini. Apakah itu dengan menggelar operasi pasar, dan upaya lainnya
yang dapat membantu meringankan beban warga.
"Kepada
pemerintah, bantulah kami warga kecil ini. Mohon diringankan beban kami,"
pungkas Dewi, sembari berharap harga beras dapat kembali normal.(cr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar