Kamis, 08 Januari 2015

Semarak HUT Kabupaten Dharmasraya yang ke – 11 Pawai Budaya Diikuti Berbagai Macam Tampilan, Dharmasraya Dihoyak Tabuik

"Pawai Budaya dalam rangka HUT Kabupaten Dharmasraya yang kesebelas kemarin (7/1), berlangsung meriah dan sukses. Ribuan masyarakat hadir untuk mengikuti pawai tersebut, bahkan jalan lintas sumatera macet hingga beberapa jam. Seperti apa semarak pawai budaya dan tampilan ciri khas pariaman dalam mahoyak tabuik di hari jadi Dharmasraya ?

Roni Aprianto – Dharmasraya Ekspres
 
MERIAHKAN : Kesenian Pariaman yang menghoyak tabuik Kabupaten Dharmasraya dalam rangka hut Dharmasraya.
K abupaten Dharmasraya ini di huni oleh bergaram suku,baik itu suku jawa,sunda,batak dan pribumi,yakni suku minang. Dharmasraya juga kaya akan seni budaya yang berasal dari penduduk dharmasraya yang multi eknis. Di hari jadi Dharmasraya ke 11 tahun, dibawah pimpinan H.Adi Gunawan dan Syafrudin itu di meriahkan dengan berbagai kegiatan.

Tak ketinggalan “Hoyak Tabuik “kesenian khas masyarakat Pariaman Sumatera Barat ini ikut memriahkan HUT Dharmasraya ke 11. Hoyak Tabuik di bawah asuhan Reza Deswandi,Daruzal dan beberapa warga asli pariaman itu memukau ratusan pasang saat mereka tampil menghoyak HUT Dharmasraya di acara pawai massal,yang di awali dari Lapangan Bola kali Kenagarian Sungai Dareh dan finis di halaman Kantor Bupati Dharmasraya,Rabu (7/1).

Menurut Sekretaris kesenian Hoyak Tabuik,Darusal,sebagai salah satu daerah tujuan wisata,kabupaten Dharmasraya memiliki potensi alam yang cukup mengagumkan,khusunya wisata alam,budaya dan agama. Demikian pula dengan potensi budayanya,memiliki corak penduduk yang beragam serta spesipik yang apabila di kelola secara baik dan profesional akan mampu menjadi daya tarik,sehingga mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Dharmasraya,baik lokal maupun manca negara.

“Hoyak Tabuik sengaja hadir di Dharmasraya untuk ikut serta memeriahkan HUT Dharmasraya ke 11,”kata Daruzal.

Dikatakannya,selain itu hoyak tabuik ikut memperkaya aser kesenian buaya di kabupaten Dharmasraya. Hoyak tabuik merupakan seni budaya khas masyarakat pariaman Sumatera Barat. Dimana sejah bumi cati nan tigo ini di mekarkan,warga Pariaman sangat banyak berdomisili di Kabapaten ini,bahkan sudah ada yang menjadi penduduk Dharmasraya.

“kami banggka bisa hadir memeriahkan HUT Dharmasraya ke 11 ini,”tambah Reza Deswandi.

Kata Reza Deswandi, terjadinya tabuik di saat prosesi perang karbala pada zaman Husen,cucu Nabi Muhammad SAW,yang berakibat terbunuhnya Husen secara mengenaskan.

“Nah biasa masyarakat Pariaman melakukan prosesi Tabuik untuk mengenang kembali pertempuran Karbala,dan mengenang kebesaran Allah SWT,”tandasnya. (ra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar