Nagari Silago yang merupakan ibu kota dari Kecamatan IX Koto merupakan salah satu nagari yang masih terisolir, meski telah dijadikan ibu kota Kecamatan. Seperti apa wajah dari Nagari Silago ?
Rika Putri Yani - Dharmasraya Ekspres
N agari Silago yang ada di Kecamatan IX Koto merupakan salah satu nagari terisolir yang ada di Kabupaten Dharmasraya, dimana jumlah penduduk yang ada di Nagari Silago mencapai 1.537 jiwa, yang terbagi dalam 402 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah penduduk tersebut terdiri dari 759 jiwa berjenis kelamin perempuan, dan selebihnya 778 jiwa adalah laki-laki dan rata-rata masyarakat yang ada di Nagari Silago hidup dibawah garis kemiskinan.
Hal ini terungkap dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari Silago priode 2011-2015 dibawah kepemimpinan Wali Nagari Silago Edison.
Kepada Dharmasraya Ekspres, Wali Nagari Silago membeberkan profil Nagari Silago, dimana Nagari Silago merupakan Nagari Terisolir yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Silago kata Wali Nagari, semula merupakan nagari induk dan dimekarkan menjadi dua nagari yakni Nagari Silago dan Nagari Koto Nan IV dibawah berdasarkan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Dharmasraya nomor 4 tahun 2009.
“Walau terjadi pemisahan dan pembagian sumberdaya secara luas kepada wilayah nagari pemekaran, tapi potensi dan identitas daerah tidak mengalami perubahan berarti. Nagari kita masih dalam kondisi terisolir, meski nagari kita merupakan ibu kota kecamatan yang ada di IX Koto,’ jelasnya.
Kata Edison, kemiskinan di Nagari Silago merupakan permasalahan dibidang kesejahteraan masyarakat yang sangat sulit ditanggulangi, karena sebagian besar penduduk hidup dibawah garis kemiskinan atau disebut juga kemiskinan struktural yang terjadi secara terus menerus.
“Hal ini disebabkan oleh rendahnya akses masyarakat terhadap pasar dan modal usaha disebabkankan rendahnya kemampuan wiraswasta dan sarana prasarana dan prasarana perekonomian,” jelasnya.
Berdasarkan table yang telah dibuat nagari, kata Edison, dari 402 kepala keluarga yang tergolong dalam keluarga sejahtera 61 kepala keluarga atau sebesar 15 persen. Kemudian kepala keluarga yang tergolong kurang mampu sebanyak 50 kepala keluarga atau sebesar 13 persen.
“Sisanya berada dibawah garis kemiskinan, dimana kepala keluarga yang tergolong keluarga miskin menduduki komposisi keterbesar, yakni sebanyak 182 kepala keluarga atau sebesar 45 persen,” jelasnya.
Untuk mengurangi angka kemiskinan di nagari Silago, kata Wali Nagari, diperlukan program pemberdayaan masyarakat miskin dengan memberikan bantuan dan kemudahan akses peningkatan perekonomian mereka.
“Saat ini kita terus berupaya menjadikan nagari Silago terlepas dari Nagari Terisolir, dan terlepas dari garis kemiskinan. Kita berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nagari Silago, apalagi Nagari Silago merupakan ibu Kota Kecamatan IX Koto. Jika melihat kondisi Silago saat ini, belum pantas kalau Silago menjadi Ibu Kota Kecamatan. Artinya sarana dan prasarana serta fasilitas harus terus didukung agar Nagari Silago bebas dari Nagari yang terisolir,” tandasnya. ( ***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar