Kamis, 15 Januari 2015

Kantor Wali Nagari Koto Baru Termegah



KOTO BARU - Nagari Koto Baru Kecamatan Koto Baru sebagai salah satu nagari tertua di Kabupaten Dharmasraya, sudah banyak memberikan kontribusi terhadap ranah cati nan tigo ini. Bahkan, demi menghormati tokoh pemekaran yang dominan berdomisili di sebelah selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya setiap tahunnya selalu menggelar upacara perayaan Hari Jadi Kabupaten di Koto Baru tepatnya di halaman depan Kantor Wali Nagari Koto Baru.
Yang menarik diulas adalah Kantor Wali Nagari Koto Baru. Kenapa mesti Kantor Wali Nagari? Menurut pantauan selama ini, di Provinsi Sumatera Barat khususnya Kabupaten Dharmasraya, hanyalah Nagari Koto Baru yang memiliki kantor yang sangat megah. Dengan lahan kurang lebih 100 meter persegi itu, dari depan terlihat berdiri kokoh sebuah bangunan dua lantai bercat kuning muda. Bangunan itu memiliki panjang kurang lebih 20 meter ke samping dan bekisaran 10 meter ke belakang.
Menelusuri dari depan, awal memasuki pintu utama kantor Wali Nagari Koto Baru, langsung bertemu dengan ruangan tamu yang digunakan untuk menerima tamu. Masuk sedikit ke dalam, di sebelah ada ruangan Wali Nagari. Anehnya ruangan tersebut sering kali kosong. Kosongnya ruangan itu bukan karena Wali Nagari tidak datang ke kantor ataupun hal negatif lainnya, namun laki-laki paruh baya itu lebih sering duduk di ruang tamu sembari berbincang bincang dengan tamu yang datang. Sementara di sebelah kanan dalam Kantor Wali Nagari terdapat dua ruangan, yakni ruangan bendahara nagari dan ruangan staf nagari yang setiap harinya selalu ada kegiatan yang bersifat kepentingan masyarakat.
Keluar dari ruang utama, di sebelah kiri (dari dalam) terdapat sebuah ruangan yang dipergunakan untuk kegiatan amal dan disebelahnya terdapat gudang, biasanya digunakan untuk pendistribusian raskin dan lainnya. Sementara untuk sebelah kanannya adalah ruangan bagi Ketua dan Anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari.
Sedangkan di lantai 2, dinamakan Balairung adat yang diperuntukan untuk keperluan adat. Mulai dari rapat adat, berdiskusi dan lainnya yang bersifat keadatan Minangkabau. Ruangan di gedung lantai dua itu juga tak kalah dengan ruangan yang di tingkat dasar. Dimana di tingkat dua ini terdapat enam ruangan yang terbagi dari ruangan pertemuan, ruangan kantor dan ruangan lainnya.
Usut demi usut tentang budget yang dihabiskan, kantor bangunan megah itu ternyata menelan biaya tidak sedikit. Seperti yang dijabarkan oleh Wali Nagari Koto Baru, M Taridi, untuk bangunan di lantai dua saja menghabiskan dana kurang lebih Rp 1 miliyar, yang berasal dari Pendapatan Asli Nagari (PAN) dan bantuan dari pemerintah daerah. Itu belum termasuk bangunan dasar.
Selain itu, M Taridi juga membeberkan bahwasanya bagunan tampak megah itu belum selesai 100%. Katanya masih ada kekurangan tiga item yang belum dikerjakan yaitu, lantai dua yang dalam rencananya di lantai dengan keramik, tangga stainlis dan pagar. ”Insyaa Allah semuanya akan dilanjutkan pengerjaanya,” paparnya.
Menganalisa dari ulasan di atas, dengan gambaran kantor Wali Nagari Koto Baru yang menjadi salah satu ikon daerah setempat, tercermin kalau Koto Baru layak dijadikan pusat ibukota sebuah daerah.(nof)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar