KOTO BARU - Nagari Koto Baru Kecamatan
Koto Baru sebagai salah satu nagari tertua di Kabupaten Dharmasraya, sudah
banyak memberikan kontribusi terhadap ranah cati nan tigo ini. Bahkan, demi
menghormati tokoh pemekaran yang dominan berdomisili di sebelah selatan,
Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya setiap tahunnya selalu menggelar
upacara perayaan Hari Jadi Kabupaten di Koto Baru tepatnya di halaman depan
Kantor Wali Nagari Koto Baru.
Yang menarik diulas adalah Kantor Wali
Nagari Koto Baru. Kenapa mesti Kantor Wali Nagari? Menurut pantauan selama ini,
di Provinsi Sumatera Barat khususnya Kabupaten Dharmasraya, hanyalah Nagari
Koto Baru yang memiliki kantor yang sangat megah. Dengan lahan kurang lebih 100
meter persegi itu, dari depan terlihat berdiri kokoh sebuah bangunan dua lantai
bercat kuning muda. Bangunan itu memiliki panjang kurang lebih 20 meter ke
samping dan bekisaran 10 meter ke belakang.
Menelusuri dari depan, awal memasuki
pintu utama kantor Wali Nagari Koto Baru, langsung bertemu dengan ruangan tamu
yang digunakan untuk menerima tamu. Masuk sedikit ke dalam, di sebelah ada
ruangan Wali Nagari. Anehnya ruangan tersebut sering kali kosong. Kosongnya
ruangan itu bukan karena Wali Nagari tidak datang ke kantor ataupun hal negatif
lainnya, namun laki-laki paruh baya itu lebih sering duduk di ruang tamu
sembari berbincang bincang dengan tamu yang datang. Sementara di sebelah kanan
dalam Kantor Wali Nagari terdapat dua ruangan, yakni ruangan bendahara nagari
dan ruangan staf nagari yang setiap harinya selalu ada kegiatan yang bersifat
kepentingan masyarakat.
Keluar dari ruang utama, di sebelah kiri
(dari dalam) terdapat sebuah ruangan yang dipergunakan untuk kegiatan amal dan
disebelahnya terdapat gudang, biasanya digunakan untuk pendistribusian raskin
dan lainnya. Sementara untuk sebelah kanannya adalah ruangan bagi Ketua dan
Anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari.
Sedangkan di lantai 2, dinamakan
Balairung adat yang diperuntukan untuk keperluan adat. Mulai dari rapat adat,
berdiskusi dan lainnya yang bersifat keadatan Minangkabau. Ruangan di gedung
lantai dua itu juga tak kalah dengan ruangan yang di tingkat dasar. Dimana di
tingkat dua ini terdapat enam ruangan yang terbagi dari ruangan pertemuan, ruangan
kantor dan ruangan lainnya.
Usut demi usut tentang budget yang
dihabiskan, kantor bangunan megah itu ternyata menelan biaya tidak sedikit.
Seperti yang dijabarkan oleh Wali Nagari Koto Baru, M Taridi, untuk bangunan di
lantai dua saja menghabiskan dana kurang lebih Rp 1 miliyar, yang berasal dari
Pendapatan Asli Nagari (PAN) dan bantuan dari pemerintah daerah. Itu belum
termasuk bangunan dasar.
Selain itu, M Taridi juga membeberkan
bahwasanya bagunan tampak megah itu belum selesai 100%. Katanya masih ada
kekurangan tiga item yang belum dikerjakan yaitu, lantai dua yang dalam
rencananya di lantai dengan keramik, tangga stainlis dan pagar. ”Insyaa Allah
semuanya akan dilanjutkan pengerjaanya,” paparnya.
Menganalisa dari ulasan di atas, dengan
gambaran kantor Wali Nagari Koto Baru yang menjadi salah satu ikon daerah
setempat, tercermin kalau Koto Baru layak dijadikan pusat ibukota sebuah
daerah.(nof)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar