![]() |
| SIDANG PARIPURNA HARI JADI : Dalam sidang paripurna DPRD Dharmasraya untuk hari jadi kabupaten, Bupati menyampaikan raihan yang telah dilakukan Dharmasraya dalam 11 tahun ini. |
Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Jefrinal Arifin, Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan, Wakil Bupati, Syafruddin R, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, segenap anggota DPRD Dharmasraya, dan juga beberapa orang Anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi Sumbar, serta kepala daerah dari sejumlah kabupaten tetangga.
Tidak hanya itu, jajaran Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya, tokoh agama, tokoh masyarakat, wali nagari, bamus nagari, organisasi wanita dan juga sejumlah undangan lainnya tampak mengikuti jalannya rapat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan, dalam sambutannya memaparkan pembangunan Kabupaten Dharmasraya di berbagai sektor terus mengalami peningkatan. Bahkan, angka kemiskinan yang pada tahun 2005 tercatat mencapai 13,01%, turun menjadi 7,4% di tahun 2013. Atau turun dari 20.500 jiwa menjadi 16.420 jiwa. Turunnya angka kemiskinan ini, kata bupati, adalah dampak positif dari pelaksanaan berbagai program oleh pemerintah daerah anttara lain penyelenggaraan PNPM, program bedah rumah, beasiswa, jaminan kesehatan, dan sejumlah program penaggulangan kemiskinan lainnya.
Secara bertahap, lanjut bupati, pemerintah daerah juga terus berupaya membangun infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Seperti pada urusan ke-PU-an, pemerintah daerah telah membangun jalan kabupaten sepanjang 1.035 kilometer, yang terdiri dari jalan aspal, kerikil, dan juga tanah. Di samping itu, juga telah dibangun 216 unit jembatan yang menghubungkan antar daerah. Jalan produksi sepanjang 116 kilometer dan jalan usaha tani sepanjang 37 kilometer pun telah dibangun pemerintah daerah hingga tahun 2014. Selain dari pada itu, untuk memenuhi kebutuhan daya listrik, pemerintah juga telah membangun jaringan listrik hampir di seluruh wilayah nagari di Kabupaten Dharmasraya. "Saat ini tidak ada lagi nagari yang belum dialiri listrik, kecuali hanya beberapa jorong. Diantaranya Lubuk Besar dan Lubuk Labu," tukas bupati.
Pada urusan pendidikan, pemerintah daerah juga telah menyempurnakan sarana dan prasarana pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas. Dan pada pendidikan tinggi, juga telah dibangun Akademi Komunitas dan Kampus III Unand. "Dan IPM yang merupakan salah satu ukuran keberhasilan pembangunan, Kabupaten Dharmasraya mengalami kenaikan dari 63,71 di tahun 2004, menjadi 70,52 di tahun 2013," terangnya.
Dalam urusan kesehatan, peemrintah daerah juga telah membangun beberapa sarana dan prasarana kesehatan.Mulai dari polindes, pustu, dan juga puskesmas. Sehingga saat ini, tidak adda lagi wilayah yang tidak mempunyai tempat layanan kesehatan. Dalam pada itu, pemerintah daerah juga telah berupaya meningkatkan pelayanan di RSUD Sungai Dareh dan di puskesmas-puskesmas yang ada. "Dan terakhir kebijakan yang kita tempuh adalah menerapkan pola keuangan BLUD di RS Sungai Dareh dan puskesmas," tukuk bupati.
Sedangkan dalam urusan pertanian, pemerintah daerah telah melakukan cetak sawah baru seluas 1.698 hektar, dengan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi sebanyak 73 daerah irigasi, membangun kebun bibit rakyat sebanyak 91 unit, dan penyaluran bibit perkebunan hingga ratusan ribu batang. Serta melakukan pengembangan komoditi pertanian, diantaranya jeruk seluas 100 ha, durian 150 ha, duku 30 ha, salak kurnia 50 ha, dan manggis 30 ha. Dalam pada itu, untuk penguatan ekonomi, pemerintah bekerjasama dengsn bank daerah menyalurkan dana kredit melalui program KKPE dan KUPS. Yang hingga kini telah tersalur ke masyarakat mencapai Rp 49 milyar lebih.
"Mengingat banyaknya beban tugas yang akan kita emban, di masa-masa yang akan datang, maka melalui kesempatan ini kami mengajak segenap penyelenggara pemerintahan, tokoh masyarakat, pers, dan segenap lapisan masyarakat, marilah kita seayun selangkah, saling bekerjasama dan meningkatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam memajukan daerah yang kita cintai ini," ungkap bupati.
Kami menyadari, lanjut bupati, bahwa dalam penyelanggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan sudah barang tentu terdapat kekurangan dan kelemahan. "Kondisi demikian tidak terlepas dari kekurangan kami dalam penyelenggaraan pemerintahan, di samping rendahnya kemampuan keuangan daerah dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Atas kekurangan dan kelemahan tersebut. kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah ini," pungkas bupati. (and)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar