Selasa, 30 Desember 2014

(HL) Sepak Bola Dharmasraya Jadi Sejarah

Bupati saat memberikan semangat kepada para atlet sepakbola Dharmasraya./ISTIMEWA.
DHARMASRAYA - Cabang sepakbola pada Pekan Olahraga Provinsi ke-13 pada tahun 2014 diikuti oleh 18 Kabupaten/Kota se Sumatera Barat. Tak tanggung-tanggung, semua kontingen seolah berlomba mempersembahkan emas bergengsi sepakbola kepada warganya. Selalu ada nama besar pada setiap tim peserta Porprov sepakbola. Para pemain yang tampil di Dharmasraya telah jauh lebih dulu menjadi bahan pembicaraan, bahkan sebelum pagelaran Porprov dilangsungkan. Nama-nama pemain Semen Padang U-21, juara Liga Indonesia U-21 tahun 2014, menghiasi susunan pemain di berbagai tim Kabupaten/Kota peserta Porprov. Lebih dari itu, eks pemain timnas Indonesia U-19, yang telah membangkitkan kembali harapan warga Indonesia tentang sepakbola, juga turut meramaikan pagelaran olahraga dua tahunan ini. 
Padahal, jika ditilik dari gengsi dan pemain yang tampil, sepadankah jika kita membandingkan sepakbola Porprov; yang notabene hanyalah kejuaraan sepakbola dalam provinsi, dengan sebuah liga tahunan berskala nasional? Atau dengan sebuah kejuaraan sepakbola yang melibatkan banyak negara? Tentu saja tidak!  Satu-satunya jawaban dan alasan mengapa semua bisa terjadi adalah emas sepakbola. Ya, emas sepakbola. 
Tak bisa dinafikan, walaupun hanya satu, emas sepakbola di seluruh pagelaran olahraga multi event menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya Porprov, seluruh event; mulai dari yang tertinggi seperti Olimpiade dan yang berskala nasional seperti PON. Juara umum sekalipun, jika tak ada emas sepakbola, seolah terasa hambar. Sebaliknya, kontingen peraih emas sepakbola, walaupun tak menjadi juara umum, akan menjadi perbincangan panjang dan kebanggaan tersendiri. 
Berlebihankah? Tidak. Fakta bahwa sepakbola merupakan olahraga paling populer di Indonesia bahkan dunia tidak bisa dibantah. Sepakbola dimainkan oleh banyak orang di hampir seluruh belahan bumi manapun. Penonton selalu membludak di setiap arena pertandingan sepakbola menjadi bukti lain, betapa sepakbola selalu menarik perhatian lebih. Belum lagi soal potensi keributan dan kerusuhan yang mengiringi sebuah pertandingan sepakbola, seolah mengatakan bahwa sepakbola juga soal harga diri; harga diri nama negara, klub atau daerah, dan juga soal eksistensi; ada tidaknya sesuatu. 
Dharmasraya dan Pasaman Barat bertemu di babak final cabang sepakbola Porprov Sumbar edisi ke-13 di tahun 2014. Bagi Pasaman Barat, final sepakbola porprov barangkali tidak begitu istimewa, sebab raihan final di tahun ini menyamai prestasi mereka di edisi porprov sebelumnya.  Motivasi lebih Pasaman Barat dalam menghadapi final sepakbola di Dharmasraya adalah meraih emas dan menjadi jawara di cabor sepakbola, sebab di dua tahun sebelumnya mereka kalah di final dan harus puas membawa pulang medali perak. Dua final di dua pagelaran porprov secara beruntun menjadikan Pasaman Barat sebagai favorit peraih emas kali ini; dan menambahkannya sebagai salah satu peta kekuatan sepakbola di Sumatera Barat saat ini. 
Berbeda dengan Dharmasraya. Final kali ini sungguh mengejutkan. Secara tim, target yang diusung  oleh tim asuhan M. Kamel ini hanyalah bertahan hingga semifinal. Tidak percaya diri ataukah pesimis? Barangkali keduanya benar. Melihat rekor sepakbola Dharmasraya pada pagelaran Porprov di tahun-tahun sebelumnya sangatlah biasa (jika tidak ingin mengatakan: sangat menyedihkan); bahkan seringkali tidak lolos dari babak penyisihan grup. Nama Dharmasraya seolah tak tampak dalam peta sepakbola Sumbar, selalu tertutup oleh prestasi yang kelam dan bayang kilauan prestasi saudara tua (atau induk)-nya, Kabupaten Sijunjung. 
Emas masih selangkah lagi. Jikapun terjungkal, Dharmasraya berhasil mempersembahkan perak sepakbola kepada warganya. Melebihi nilai emas maupun perak, Dharmasraya mulai menapaki sejarah persepakbolaan Sumatera Barat. Hari ini, jum’at 26 Desember 2014, menjadi sejarah baru bagi sepakbola Dharmasraya. Setidaknya, mulai saat ini sepakbola Dharmasraya bisa mengatakan “kami ada” dan mengulang terus teriakan keras setiap akan bertanding, “Siapa kita? Dharmasraya!” (ist/ddk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar